BOGOR, Beritabicara.com-(9/2)-Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) Safety and Defensive Driving Pengemudi Angkutan Pariwisata, pada 9-10 Februari 2026, di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan, Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mendorong peningkatan kompetensi pengemudi untuk pelayanan angkutan pariwisata yang aman, nyaman, dan berkeselamatan.
Bimtek ini diikuti oleh 63 pengemudi yang tergabung dalam Persatuan Transportasi Wisata Indonesia (PTWI). Para peserta mendapatkan sejumlah pembekalan materi di antaranya identifikasi risiko dalam upaya pencegahan kecelakaan berulang, teknologi kendaraan, pemeriksaan kendaraan (_pre trip inspection_), hingga _defensive driving_.
Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan, Yusuf Nugroho dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pelatihan _safety driving_ bagi pengemudi guna meningkatkan aspek keselamatan dalam industri angkutan orang.
“Ini komitmen kita bersama untuk meningkatkan kualitas layanan keselamatan industri angkutan orang yang berkeselamatan. Karena kita menyadari potensi resiko kecelakaan dan kejadian yang melibatkan kendaraan angkutan orang dapat berdampak serius terhadap masyarakat sebagai pengguna jalan dan operasional perusahaan angkutan orang,” kata Yusuf Nugroho saat membuka kegiatan bimtek pada Senin (9/2) di Bogor, Jawa Barat.
Yusuf menilai peningkatan kompetensi bagi pengemudi ini, tidak hanya dapat meningkatkan pelayanan bagi penumpang, tetapi juga dapat mendukung ekosistem usaha angkutan orang. Dengan demikian kepercayaan publik yang menggunakan layanan angkutan pariwisata dapat meningkat.
“Dengan ini kita bisa bersama-sama menjaga kesinambungan usaha angkutan orang, mengedukasi untuk memberikan standar pelayanan terbaik. Sehingga pada akhirnya bisa mendapatkan kepercayaan dari publik untuk menggunakan jasa layanan angkutan orang,” ucapnya.
Selain mendapatkan materi secara teori, para peserta juga mendapatkan pelatihan praktik dan simulasi. Melalui rangkaian kegiatan ini, para peserta akan mendapat bekal pengetahuan, keterampilan, sekaligus kemampuan menghadapi situasi darurat.
“Materi yang diberikan sangat komprehensif, para peserta tidak hanya bisa meningkatkan kompetensi mengemudikan kendaraan tapi juga bagaimana memanfaatkan fitur-fitur keselamatan dalam kendaraan. Kemudian penguasaan rute perjalanan, identifikasi risiko kecelakaan melalui _Risk Journey Management_ hingga penanganan kondisi darurat dan pemahaman regulasi,” ujar Yusuf.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PTWI Luther Halim menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya bimtek _safety driving_ untuk para pengemudi. Ia berharap, kegiatan bimtek pengemudi ini dapat menanamkan budaya keselamatan sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan profesional.
Sementara itu, Ketua Sub Komite Lalu Lintas Angkutan Jalan KNKT, Ahmad Wildan, menjadi narasumber yang menyampaikan materi Identifikasi Risiko dalam Upaya Pencegahan Kecelakaan Berulang. Ia menjelaskan bagaimana mengemudi yang berkeselamatan dan faktor terjadinya kecelakaan.
“Kami di KNKT telah menginvestigasi ada tiga jenis penyebab kecelakaan, pertama _error by design_ karena pemilihan armada atau regulasi yang salah. Kedua _error by maintenance_ yakni kesalahan pada saat pemeliharaan atau perawatan kendaraan, dan _error by the operation_ berarti masalah di pengemudi, karena tidak bugar, tidak kompeten, atau tidak disiplin,” jelasnya.
Ke depannya, bimtek _safety driving_ ini diharapkan bisa dilaksanakan secara berkelanjutan dengan berkolaborasi bersama seluruh _stakeholder_. Sehingga mampu meningkatkan kompetensi pengemudi secara bertahap dan memperkuat budaya keselamatan dalam penyelenggaraan layanan angkutan umum. (IS/WBW/MB).
Zainal

