Rabu, Februari 11, 2026
spot_img

Basarnas Serahkan Total 99 Bodypack Korban Longsor Cisarua kepada Tim DVI

BANDUNG, Beritabicara,com-9 Februari 2026* – Basarnas bersama unsur SAR gabungan kembali mengevakuasi *lima bodypack* pada *hari ke-17* operasi pendampingan dalam masa transisi dan pemulihan bencana tanah longsor di *Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat*, Senin (9/2).

Penemuan bodypack dilakukan secara bertahap di sejumlah worksite. Bodypack pertama ditemukan pada *pukul 09.12* WIB di *Worksite A2*. Selanjutnya, penemuan kedua hingga keempat terjadi di *Worksite B2* masing-masing pada *pukul 12.06 WIB, 12.22 WIB, dan 12.35 WIB*. Penemuan kelima sekaligus terakhir pada hari ini juga terjadi di *Worksite B2* pada pukul *14.30 WIB*.

Seluruh bodypack yang berhasil dievakuasi tersebut langsung diserahkan kepada *Tim DVI Polda Jawa Barat* untuk dilakukan proses identifikasi sesuai dengan ketentuan dan prosedur forensik yang berlaku.

SAR Mission Coordinator (SMC), *Ade Dian Permana*, mengatakan hingga *pukul 16.00 WIB*, total bodypack yang telah dievakuasi dan diserahkan kepada Tim DVI mencapai *99 bodypack*.

“*Hari ini Basarnas bersama SAR Gabungan berhasil mengevakuasi lima bodypack. Dengan demikian, total bodypack yang telah kami evakuasi dan serahkan kepada Tim DVI berjumlah 99. Dari 79 bodypack yang telah diproses, sebanyak 76 korban berhasil diidentifikasi, sementara 14 bodypack lainnya masih dalam proses identifikasi lanjutan,” ujar Ade*.

Sejak *pukul 07.00 WIB*, Basarnas bersama SAR Gabungan kembali melaksanakan pencarian dengan fokus pada *tiga sektor utama*. Pada hari ke-17 ini, operasi melibatkan *862 personel*, yang terdiri dari unsur Basarnas, TNI, Polri, relawan, serta potensi SAR lainnya. Upaya pencarian juga didukung oleh *sembilan unit excavator* dan *10 ekor anjing pelacak (K-9)* untuk membantu menemukan korban yang masih tercatat dalam daftar pencarian.

Selain kegiatan pencarian, Basarnas juga *menyerahkan seluruh barang milik korban* yang ditemukan selama operasi kepada *Pemerintah Desa Pasirlangu*, untuk selanjutnya disampaikan kepada keluarga atau ahli waris.

Memasuki masa transisi dan pemulihan pasca berakhirnya status tanggap darurat, Basarnas mencatat adanya *penyesuaian signifikan* terhadap kekuatan personel dan alat utama (alut) di lapangan. Meski demikian, operasi pencarian tetap dilanjutkan dengan *mengutamakan keselamatan dan keamanan personel*.

Pembagian tugas dan pola operasi dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan efektivitas pencarian serta tingkat kerawanan medan, guna memastikan *misi kemanusiaan tetap berjalan optimal tanpa
mengabaikan keselamatan tim SAR

Zainal

Berita Lainnya

Berita Terbaru