Sarolangun, Beritabicara.com – Anggota DPRD Kabupaten Sarolangun, Jambi, Fraksi NasDem sampaikan pesan bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang saat ini terjadi di daerah itu.
“Hal inilah yang mengakibatkan kabut asap makin pekat sehingga meliburkan aktifitas belajar mengajar di sekolah sejak kamis (27/8/2026) yang lalu,” kata Subhan saat menyampaikan sambutan dalam acara pesta di desa dalam kecamatan Limun, Sabtu (29/8/2026).
Subhan juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan atau kebun dengan cara membakar.
“Tindakan ini memicu bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta menimbulkan kabut asap tebal yang membahayakan kesehatan warga,” katanya.
Baca juga:
Anggota DPRD Sarolangun Subhan Gelar Reses di Lubuk Bedorong, ini Usulan Warga!!!
Gelar Reses Masa Persidangan, Anggota DPRD Sarolangun Subhan Terima Aspirasi Warga
Karhutla di Lahan Plasma PT BKS, Kapolres Hingga Bupati Turun Tangan Padamkan Api
Subhan menyebut, bahaya Karhutla di Sarolangun saat ini menyebabkan kabut Asap Tebal. Selain itu kebakaran lahan juga menyebabkan udara kotor dan kabut asap pekat yang mengganggu aktivitas serta pernapasan.
“Ini juga bagian dari kerusakan lingkungan. Api yang tidak terkontrol merusak tanah, hutan, serta tempat tinggal hewan dan tumbuhan,” ujarnya.
Subhan menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut juga ada ancaman hukum: Pelaku pembakaran lahan bisa terkena hukum pidana berat atau penjara.
“Maka saya mengimbauan untuk Masyarakat Stop Bakar Lahan: Jangan pakai api saat membersihkan atau membuka kebun baru,” katanya.
“Mari jaga bersama. Warga diminta aktif mengawasi lingkungan sekitar dari titik api. Segera laporkan ke petugas atau aparat desa jika melihat ada orang yang membakar lahan,” kata Subhan lagi.

Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sarolangun memasuki fase yang membutuhkan kewaspadaan tinggi.
Memasuki puncak musim kemarau, pemerintah daerah bersama TNI, Polri, perusahaan dan masyarakat diminta memperkuat langkah pencegahan sebelum kebakaran meluas dan sulit dikendalikan.
Dari sisi luasan lahan terbakar, Sarolangun juga berada pada posisi yang mengkhawatirkan. Luasan lahan terbakar tercatat sekitar 151,14 hektare, berada di urutan kedua setelah Muaro Jambi yang mencapai sekitar 254,78 hektare.
Data ini dipaparkan pada saat rapat koordinasi penanganan karhutla yang diselenggarakan Pemerintah Daerah, bersama TNI/Polri dirumah dinas Bupati setempat baru-baru ini.(*)
Reporter: Warsun Arbain
Editor: Admin
