Kades Batu Empang Akui Mobil Pembawa Peralatan Aktifitas PETI yang Sebabkan Jembatan Ambruk Adalah Miliknya

Sarolangun, Beritabicara.com – Kepala desa (Kades) Batu Empang, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, Jambi, Saryadi mengakui bahwa mobil yang menyebabkan ambruknya lantai jembatan besi di desa Tambak Ratu menuju Batin Pengambang daerah itu adalah miliknya.

“Ya, memang benar itu mobil saya,” katanya ketika dikonfirmasi Beritabicara.com, Minggu (21/6/2026).

Ia mengatakan, sebenarnya jembatan besi tersebut sudah sering rusak dan ia pun katanya juga sering berkontribusi untuk melakukan perbaikan dengan cara mengelasnya.

“Bukan baru ini lah jembatan itu rusak dak, sayo jugo sudah sering kasing uang ke warga untuk memperbaikinya,” ujarnya.

Baca juga: 

Lantai Jembatan Penghubung Tambak Ratu – Batin Pengambang Batang Asai Ambruk Akibat Mobil Pengangkut Peralatan PETI

Ketua DPRD Sarolangun Tuntut Sekda Mundur Jika Tak Sanggup Menyelesaikan Polemik Gaji ke-13 PNS yang Belum Dibayar

DPRD Sarolangun Panggil Sekda Terkait Polemik Gaji ke-13 PNS yang Belum Dibayar

Ia menjelaskan, terkait tudingan soal mobilnya mengangkut peralatan dan perlengkapan untuk aktifitas PETI, ia menyebut kita beli dari Sarolangun untuk berjualan di desa.

“Dalam mobil ada tabung gas, tikar, terpal dan lainnya. Kan bisa saja untuk saya berjualan di desa, belum tentu untuk aktifitas PETI,” kata Saryadi.

Diberitakan sebelumnya, bahwa lantai jembatan besi yang menghubungkan desa Tambak Ratu dan Desa Batin Pengambang, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, dikabarkan ambruk pada Sabtu malam.

Dari video yang didapat oleh Redaksi Beritabicara.com dari warga setempat malam ini sekira pukul 22.00wib. Menjelaskan bahwa jembatan tersebut saat ini tidak bisa dilewati karena satu unit mobil merk Mitsubishi Triton dengan plat BK 8710 BC terlihat terperosok di pangkalan jembatan itu dari sebelah Desa Tambak Ratu.

“Jembatan hancur dak bisa dilewati lagi, hancur, hancur, sudah tau ada peringatan masih saja lewat dengan mobil muatan melebihi kapasitas,” ujar suara dalam video tersebut sambil memvideokan situasi jembatan itu.

Dalam video terlihat mobil merupakan pengangkut peralatan dan perlengkapan untuk aktifitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Diantaranya, ada keset, terpal, tali tambang, paralon besar, galon minyak, dan peralatan lainnya.

Kepala desa (Kades) Batin Pengambang, Aniswen ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

“Ya bang, memang benar kejadiannya. Saat ini warga sedang berusaha mengeluarkan mobil dari jembatan tersebut,” kata Aniswen kepada Beritabicara.com.

Aniswen mengatakan, dari kejadian itu ia belum berani mengatakan siapa pemilik pasti mobil tersebut. “Tapi, mobil siapa pemiliknya saya belum tau bang,” ujarnya.

Dari penelusuran Beritabicara.com, dikabarkan mobil tersebut milik Saryadi yang merupakan kepala desa Batu Empang.(*)

Reporter: Warsun Arbain
Editor: Admin

Berita Lainnya

Berita Terbaru