LHOKSEUMAWE, Beritabicara.com-[05/02] – Banjir yang melanda Desa Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang
Kabupaten Aceh Utara, meninggalkan dampak besar bagi kehidupan masyarakat. Tercatat
104 KK harus kehilangan rumah dan harta benda, bahkan hingga kini masih bertahan di
tenda-tenda pengungsian dengan keterbatasan kebutuhan sehari-hari.
Melihat kondisi tersebut, Lapas Kelas IIA Lhokseumawe bersama PIPAS Cabang lapas
Lhokseuamawe dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Aceh serta
PIPAS Daerah Aceh Bersama-sama melaksanakan kegiatan penyaluran bantuan sebagai
bentuk kepedulian dan kehadiran di tengah masyarakat terdampak banjir. Kegiatan ini
dilaksanakan pada Kamis, 5 Februari 2026, di Desa Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang.
Kabupaten Aceh Utara.
Dalam kegiatan penyaluran bantuan tersebut, Lapas Kelas IIA Lhokseumawe menyalurkan sebanyak 105 paket sembako kepada para pengungsi.Bantuan kebutuhan pokok ini
diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan
sehari-hari selama berada di lokasi pengungsian.
Wahyu Prasetyo (Kalapas Kelas IIA Lhokseumawe) menyampaikan bahwa kegiatan penyaluran bantuan ini merupakan bentuk empati dan tanggung jawab sosial jajaran pemasyarakatan terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
“Kami hadir untuk berbagi dan membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang
sedang tertimpa musibah. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk tetap kuat dan bangkit,” ujar Wahyu Prasetyo.
Warga pengungsian menyambut penyaluran bantuan tersebut dengan penuh rasa syukur.
Salah seorang warga menyampaikan bahwa bantuan yang diterima sangat berarti di tengah kondisi pascabanjir yang serba terbatas.
Kegiatan penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari rangkaian aksi kemanusiaan Lapas
Kelas IIA Lhokseumawe bersama Kanwil Ditjenpas Aceh bagi korban banjir Aceh Utara.
Diharapkan, bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat nyata serta menjadi
penguat bagi masyarakat dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana.
Zainal

