Sarolangun, Beritabicara.com – Tim Dinas perindustrian, perdagangan dan koperasi (Disperindagkop) bersama Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Sarolangun, Jambi, melakukan sidak ke pasar atas daerah itu, Kamis (2/4/2026).
“Ini memang kami lakukan upaya langkah awal, pasca dilantiknya kami sebagai sekretaris dinas perindustrian, perdagangan dan koperasi (Disperindagkop) dan alhamdulillah hari ini kami bisa berkoordinasi dengan instansi terkait, salah satunya Badan pengelola keuangan dan aset daerah (BPKAD),” kata Sekretaris sekaligus Plt Kepala Disperindagkop Sarolangun, Bustra Dengan kepada Beritabicara.com.
Ia mengatakan bahwa langkah yang mereka lakukan tersebut merupakan upaya awal terkait rencana pelaksanaan penataan kembali lokasi pasar atas di daerah itu.
“Yang pertama tentu tentang pengelolaan aset daerah yang ada di pasar ini. Karena langkah awal ini ada beberapa kios yang musti kita lakukan penghapusan aset,” katanya.
Baca juga:
Gerak Cepat Polisi Sarolangun Ungkap Kasus Pembunuhan, Pelaku Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara
Operasi Ketupat Idulfitri Tahun 2026 Dimulai, Polres Sarolangun Gelar Apel Pasukan
Anggota Dishub Muratara Munir Diancam Oknum Pengawal Batu Bara, APH Diminta Bertindak Tegas
Ikuti Halalbihalal Kanwil Ditjenpas Aceh, Kalapas Langsa Siap Sukseskan HBP ke-62
Ia menyebut, makanya ia mengajak kabid aset, pihak kecamatan dan lurah pasar. Salah satunya hari ini sebagai langkah untuk pemindahan pedagang kaki lima.
“Ketika kita mau merelokasikan tempat, yang penting tempatnya tersedia dulu, kan? Karena kalau kita memindahkan tanpa solusi kan tidak mungkin,” ujarnya.
Nah, upaya ini kata Bustra Desman InsyaAllah dalam waktu dekat tancap gas sesuai arahan Bupati terkait penanganan masalah pasar ini harus tuntas. Tentu ini selaras dengan program-program beliau.
“Yang pasti ini sebagai langkah awal dari penataan pasar. Nanti kita akan melibatkan dinas-dinas terkait,” kata Bustra Desman.
Saat ditanya soal inventarisir kembali soal aset kios yang saat ini masih ada yang kosong.
Bustra Desmas mengatakan pihaknya akan tetap melakukan inventarisir lagi sesuai tadi sudah dikoordinasikan dengan kabid aset ada beberapa kios.
Ada kios anggrek, kios melati, dan ini nanti beberapa kios kebutuhan untuk relokasi tempat ini nanti.
“Anggrek satu misalnya 17, yang sebelahnya juga 17 dan itu nanti yang kita bongkar. Kabid aset nanti mengkaji ulang sistem penghapusannya seperti apa, supaya kita jangan salah langkah,” katanya.
Ia menjelaskan, hal ini nanti setelah di bongkar, baru nanti dilakukan langkah berikutnya. Tentu akan ada tahap sosialisasinya dengan para pedagang, pihak kecamatan dan kelurahan.
“Kami dari Disperindagkop akan melakukan pengawasan kepada para pedagang kaki lima yang ada saat ini,” ujar Bustra Desman.
“Imbauannya, ya tentu kehadiran kami disini inventarisir terkait masalah Los kami akan membuat semacam surat imbauan tentunya tetap dengan cara persuasif, tetap memberikan edukasi terbaik, sehingga memindahkan pedagang ada solusinya dan tentunya kami mengharapkan kerjasama yang baiklah pada intinya dengan para pedagang,” kata Bustra Desman lagi.(*)
Reporter: Warsun Arbain
Editor: Admin
