Sarolangun, Beritabicara.com – Pemerintah kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, melalui Dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (DP3A), memasifkan gerakan dan kegiatan sosialisasi dengan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Sekaligus menjadikan dua desa di kabupaten Sarolangun sebagai desa percontohan, yakni desa Batu Ampar di Kecamatan Pauh serta Desa Bukit Peranginan Kecamatan Mandiangin, sebagai Desa ramah perempuan dan peduli anak (DRPPA).
DP3A Sarolangun mendata, bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak setiap tahun terus meningkat, kondisi ini harus menjadi perhatian semua pihak agar kasus kekerasan ini bisa di tekan serta di antisipasi.
Salah satunya menjadikan desa yang ramah terhadap perempuan serta peduli anak di Provinsi jambi hingga saat ini baru dua kabupaten yang menjadi project dan percontohan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak Republik Indonesia, yakni kabupaten Muara Jambi dan Kabupaten Sarolangun.
“Desa ramah perempuan dan peduli anak merupakan desa yang mengintegrasikan perspektif gender dan hak anak dalam tata kelola penyelenggaraan pemerintahan Desa, pembangunan desa serta pelatihan dan pemberdayaan masyarakat desa, yang dilakukan secara terencana,” kata Sekretaris Dinas Pemerdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) kabupaten Sarolangun Fauziah, saat membuka Sosialisasi DRPPA di desa Bukit Peranginan dan desa Batu Ampar kecamatan Pauh, Selasa (17/8/2024).
Usai membuka Kegiatan Sosialisasi DRPPA, dengan tema Penguatan Keterwakilan Perempuan di Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa, Lembaga Kemasyarakatan Desa, serta Lembaga adat Desa, juga dihadiri ketua RT serta kepala dusun tokoh masyarakat serta tokoh adat desa maupun LPM serta kaum perempuan.
Fauziah menyebut pihaknya akan terus melakukan kegiatan sosialisasi DRPPA dengan tujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, betapa pentingnya keterwakilan perempuan terlibat di dalam struktur pemerintahan desa.
“Guna terwujudnya desa yang ramah perempuan dan peduli anak, sehingga terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman bagi perempuan dan anak,” katanya.
Selain itu pihaknya mengajak peranan para ketua RT dan kepala dusun atau kepala kampung, sebagai unit terdepan di masyarakat untuk mendekeksi potensi kekerasan terhadap anak dan perempuan.
Sementara Itu kepala Desa Batu Ampar Kecamatan Pauh Sri Damayanti dan Kepala Desa Bukit Peranginan Kecamatan Mandiangin Ida Ziana menyambut baik Desanya di jadikan desa Percontohan dan project dari KemenPPPA.
Pihaknya berkomitmen serta mengajak seluruh masyarakat untuk bekerjasama mewujudkan desa yang nyaman bagi semua, ramah terhadap perempuan aman dan peduli terhadap anak sehingga kualitas hidup perempuan dan anak dapat meningkat.(*)
Editor: Admin

