Selasa, Januari 13, 2026
spot_img

Pj Sekda Sarolangun Hadiri Pembukaan Publikasi Stunting Tahun 2024

Sarolangun, Beritabicara.com – Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui Dinas Kesehatan semakin gencar melakukan upaya penurunan angka stunting di Sarolangun. Salah satu upaya yang dilakukan melalui 8 aksi turunkan. Aksi ini mampu turunkan angka stunting masyarakat.

Hal ini dikatakan Pj Bupati Sarolangun Dr Bahri, S.STP, M.Si, melalui Pj Sekda Ir Dedy Hendri dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan Publikasi Stunting tahun 2024 di aula hotel Nafity Sarolangun, Kamis, 24 Oktober 2024.

Menurutnya angka stunting di Sarolangun mengalami penurunan dari angka 21,4 % pada tahun 2021. Kemudianpada tahun 2022 angka stunting menurun menjadi 16,8 %. Sedangkan di tahun 2023 menurun drastis menjadi 4,8%.

“Stunting merupakan persoalan nasional dan sudah menjadi tugas bersama khususnya pemerintah Daerah bagaimana usaha mencegah dan menurunkan angka stunting,” ujarnya.

Ditambahkannya, sejak tahun 2022 hingga tahun 2024 Pemerintah Kabupaten Sarolangun telah melakukan upaya-upaya pencegahan dan penurunan stunting melalui aksi konfergensi pencegahan yang dikenal dengan 8 aksi. Dalam 8 aksi pencegahan Pemkab Sarolangun telah masuk dalam level 6 aksi pencegahan dan penurunan stunting dan hari ini masuk ke level 7 aksi pencegahan.

“Dari Tahun 2022 sampai sekarang tahun 2024 kita telah berupaya melakukan pencegahan dan penurunan angka stunting yang dibuktikan dengan hasil survei kesehatan dari 21,8 % turun signifikan menjadi 4,8 % . Dan ini merupakan hal positif dan baik bagi kita,” tambahnya.

Kedepan, tambahnya lagi, bagaimana upaya mencegah agar angka stunting tidak naik dan bagaimana usaha yang massif dan sistematis dalam menurunkan angka Persentase stunting kabupaten sarolangun.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sarolangun Bambang. SKM, MM, dalam sambutannya mengatakan bahwa Publikasi Stunting merupakan bentuk aksi ketujuh dalam delapan tahapan aksi konfergensi percepatan penurunan stunting.

“Publikasi stunting merupakan cara pengukuran tubuh dan selesai dilaksanakan didalam Kabupaten Sarolangun. Pengukuran tubuh, tinggi badan dan berat badan menjadi sasaran utama dan telah dilaksanakan pada bulan Agustus tahun 2024 kemarin,” katanya.

Dilanjutkan kembali oleh kadis Kesehatan, Tujuan Publikasi Stunting ini untuk menginformasikan dan memperkuat komitmen bersama pemerintah dan masyarakat dalam penurunan dan pencegahan stunting dalam Kabupaten Sarolangun serta melibatkan seluruh OPD, Baznas, dan para camat di Kabupaten Sarolangun.

Hadir dalam Pertemuan Publikasi Stunting ini para kepala OPD di lingkup Pemkab Sarolangun, seluruh Camat , Kapuskesmas dan Kapustu se-Kabupaten Sarolangun. Selain itu hadir juha Ketua TP-PKK Kabupaten Sarolangun Ny Yosirena Bahri, serta narasumber Fery dari Dinkes Propinsi Jambi.(*)

Editor: Admin

Berita Lainnya

Berita Terbaru