Sarolangun, Beritabicara.com – Proyek jalan penghubung Kecamatan Singkut ke Kecamatan Limun, tepatnya di Desa Tanjung Raden, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, Jambi, kembali jadi sorotan.
Persoalannya tentu karena kualitas jalan aspal tersebut tidak sesuai harapan warga setempat, karena baru dibangun dalam anggaran tahun 2022 lalu yang sekarang terlihat sudah banyak yang rusak dengan kondisi aspal yang telah pecah-pesah dan terkelupas.
Hal tersebut pun menjadi sorotan oleh berbagai warga yang melintas disana, salah satunya oleh M Zurni, ia menduga ada unsur pembiaran oleh Pemerintah daerah setempat terhadap kontaktor.
“Katanya ada pemeliharan sampai sekarang belum dilaksanakan, masyarakat Kecamatan Limun masih menunggu niat baik dari kontraktor, kalau tidak terpaksa kami melaporkan kepada pihak yang berwajib. Yaitu Kapolres Sarolangun dan Kejaksaan Sarolangun, kami mohon dukungannya,” Kata M Zurni, Senin (5/6/2023).
Sebelumnya, anggota DPRD Kabupaten Sarolangun, Hermi, S. Sos juga menyoroti hasil pengerjaan proyek pengaspalan jalan dari Tanjung Raden menuju Dam Kutur Kecamatan Limun tersebut.
Ia merasa tidak puas dengan hasil pengerjaan proyek tersebut oleh kontraktornya. Pasalnya, di beberapa bagian jalan terlihat tidak maksimal dan mengalami kerusakan.
“Bisa kita cek ke lapangan saat ini. Kami melihat disana dibeberapa titik jalan sudah rusak, dengan aspalnya yang sudah pecah-pecah dan sangat mudah terkelupas,” kata Hermi.
Lebih lanjut Hermi menyebut jika proyek jalan sepanjang 4 km yang menelan anggaran Rp10 miliar dari APBD Kabupaten Sarolangun tahun 2022 itu terkesan dikerjakan asal-asalan.
“Kerusakan aspal itu kami lihat bukan karena alat berat, ini jelas mutu dan kualitas pekerjaan yang kurang baik,” ujarnya.
Reporter: Warsun Arbain
Editor: Admin

