Strategi Respon Cepat Karhutla Berbasis Teknologi Oleh BPBD Sarolangun di Apresiasi dari Bupati

Sarolangun, Beritabicara.com – Strategi respon cepat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) berbasis teknologi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sarolangun mendapat apresiasi dari Bupati H Hurmin.

“Saya sangat mengapresiasi Proyek Perubahan ‘Wisata API’ yang digagas oleh BPBD Kabupaten Sarolangun ini,” kata Bupati Sarolangun H Hurmin kepada Beritabicara.com, Selasa (9/9/2025).

H Hurmin mengatakan, proyek ini merupakan langkah penting dalam memperkuat strategi respon cepat penanganan KARHUTLA di daerahnya.

Baca Juga:

BPBD Sarolangun Sosialisasi Inovasi Website Tanggap Api

Bupati Sarolangun H Hurmin Buka Pelatihan Olahraga Berbasis Ilmu Pengetahuan 

Serahkan Ribuan SK ASN PPPK, Bupati Sarolangun Kembali Ingatkan Soal Disiplin, Bahaya Narkoba dan Judol

“Dengan adanya program ini, diharapkan koordinasi semakin baik, respon semakin cepat, dan keterlibatan masyarakat semakin meningkat,” katanya.

H Hurmin menyebut, atas nama Pemerintah Kabupaten Sarolangun, ia sangat mendukung penuh pelaksanaan proyek perubahan ini.

“Dan kita berharap dapat memberikan manfaat besar dalam menjaga lingkungan serta mewujudkan Sarolangun MAJU yang tangguh terhadap bencana,” kata Bupati Sarolangun, H Hurmin.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sarolangun, Jambi, melaksanakan sosialisasi inovasi website tanggap api, Senin (8/9/2025).

Kepala BPBD Sarolangun, Solahudin Nopri mengatakan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) merupakan salah satu ancaman serius yang dihadapi Kabupaten Sarolangun setiap tahunnya, terutama pada musim kemarau.

“Penanggulangan Karhutla membutuhkan kecepatan respon, keterpaduan informasi, serta kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan. Namun dalam praktiknya, masih ditemukan berbagai kendala seperti keterlambatan informasi, kurangnya integrasi data, dan minimnya partisipasi masyarakat dalam pelaporan dini,” kata Solahudin Nopri.

Ia mengatakan, sebagai upaya menjawab permasalahan tersebut, proyek perubahan ini mengusulkan pengembangan Website Informasi Strategis Tanggap Api (WISATA API).

WISATA API adalah sebuah platform digital berbasis website yang menyediakan informasi mengenai titik api, status penanganan, laporan masyarakat, data cuaca, serta fitur komunikasi antar pihak dalam penanggulangan Karhutla.

“Website ini dirancang untuk diakses secara terbuka oleh petugas, masyarakat, dan instansi terkait, sehingga meningkatkan transparansi dan efektivitas respon kebakaran,” katanya.

Ia menyebut, melalui WISATA API, proses deteksi dini dan respon cepat terhadap Karhutla diharapkan menjadi lebih optimal, efisien, dan kolaboratif.

Proyek ini juga mencakup pelatihan penggunaan sistem, sosialisasi kepada masyarakat, serta penyusunan SOP berbasis digital. Dengan demikian, WISATA API bukan hanya sekadar alat bantu, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi digital dalam manajemen kebencanaan di daerah.

Kepala BPBD Sarolangun, Solahudin Nopri saat melaksanakan sosialisasi.(Beritabicara/Warsun Arbain)

“Diharapkan melalui proyek perubahan ini, Kabupaten Sarolangun mampu menekan jumlah kejadian dan dampak Karhutla secara signifikan, serta menjadi contoh penerapan teknologi digital dalam sistem tanggap darurat bencana berbasis partisipatif dan inklusif,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proyek perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan kecepatan respons terhadap kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Sarolangun melalui pengembangan dan implementasi sistem berbasis website yang dinamakan WISATA API (Website Informasi Strategis Tanggap Api).

WISATA API merupakan sebuah inovasi digital yang menyajikan informasi terkait titik api, potensi risiko, status penanganan, hingga laporan masyarakat terkait Karhutla.

Website ini dirancang untuk dapat diakses oleh masyarakat, petugas BPBD, tim Satgas Karhutla, serta pemangku kepentingan lainnya sebagai media pemantauan, koordinasi, dan edukasi.

Melalui sistem ini, informasi dari berbagai sumber seperti, laporan lapangan, dan data satelit dapat disatukan dalam satu platform yang mudah diakses dan digunakan untuk pengambilan keputusan cepat.

“Dengan memanfaatkan teknologi digital ini, diharapkan penanganan Karhutla bisa dilakukan secara lebih proaktif, kolaboratif, dan transparan,” katanya.

Proyek perubahan ini juga mencakup pelatihan penggunaan sistem, penyusunan SOP operasional berbasis digital, dan kampanye kesadaran publik agar masyarakat aktif terlibat dalam pencegahan dan pelaporan Karhutla.(*)

Reporter: Warsun Arbain
Editor: Admin

Berita Lainnya

Berita Terbaru