Muratara, Beritabicara.com – Penanganan cepat aparat Polres Musi Rawas Utara (Muratara), Provinsi Sumatera selatan (Sumsel) dalam mengamankan terduga pelaku kasus asusila di Desa Aringin, Kecamatan Karang Dapo, mendapat sorotan lanjutan dari publik.
Selain proses hukum yang tengah berjalan, masyarakat kini mendesak agar Polda Sumatera Selatan melakukan pemeriksaan tambahan terhadap pelaku, yakni tes kejiwaan dan tes narkoba.
Desakan ini muncul guna memastikan penanganan perkara dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya fokus pada aspek pidana semata.
Baca juga:
Pemkab Muratara Perkuat Komitmen Kabupaten Layak Anak Tahun 2026
DPRD Muratara Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Rekomendasi Terhadap LKPj Bupati Tahun Anggaran 2025
Menurut sejumlah warga, kasus yang melibatkan lingkup keluarga memiliki dimensi kompleks, sehingga perlu ditelusuri lebih dalam kemungkinan adanya gangguan psikologis maupun pengaruh zat terlarang.
“Ini bukan sekadar kasus biasa. Harus dicek juga kondisi mental pelaku dan apakah ada pengaruh narkoba. Supaya penanganannya benar-benar tuntas,” kata RD salah satu warga Muratara.
Pengamat sosial lokal juga menilai, pemeriksaan kejiwaan penting dilakukan untuk mengetahui kondisi psikologis pelaku, sekaligus menjadi bahan pertimbangan dalam proses hukum.
Sementara tes narkoba dinilai krusial untuk mengungkap kemungkinan adanya faktor eksternal yang memicu tindakan tersebut.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih fokus pada proses penyidikan awal dengan memeriksa saksi-saksi serta mengumpulkan alat bukti.
Namun, desakan publik tersebut diperkirakan akan menjadi perhatian dalam pengembangan kasus.
Jika terbukti terdapat faktor gangguan mental atau keterlibatan narkoba, hal itu tidak hanya berpengaruh terhadap penanganan hukum, tetapi juga menjadi dasar bagi upaya pencegahan ke depan.
Masyarakat berharap aparat kepolisian dapat bersikap transparan dan profesional dalam menangani perkara ini, termasuk membuka kemungkinan pemeriksaan tambahan demi mengungkap fakta secara utuh.
Kasus ini sendiri sebelumnya sempat memicu ketegangan di tengah warga, sebelum akhirnya aparat berhasil mengamankan terduga pelaku dan mencegah terjadinya aksi main hakim sendiri.(*)
Reporter: Romadhon
