Minggu, Maret 8, 2026
spot_img

Sayembara Warga jadi Indikator Gagalnya Manajemen Kasus di Polres Muratara

Muratara, Beritabicara.com – Kasus pencurian mobil pick up milik warga Desa Mandi Angin Kecamatan Rawas Ilir di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, hingga kini belum menunjukkan titik terang.

Meski telah memasuki hari-hari krusial penanganan, belum ada rilis resmi maupun informasi perkembangan yang diterima pihak korban dari kepolisian.

Kondisi tersebut memicu kekecewaan keluarga korban. Merasa penanganan kasus berjalan lamban dan tanpa kejelasan, pihak keluarga akhirnya mengambil langkah sendiri dengan membuka sayembara kepada masyarakat.

Baca juga:

Pemkab Muratara Gelar Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Tahun 2027

Perluas Sumber PAD, Bapenda Muratara Lakukan Ekstensifikasi Retribusi

Seorang Oknum Polisi Polres Muratara Tertangkap Bawa 17 Paket Narkoba, Mengaku Beli dari Warga Singkut

Korban pencurian bernama Wiwin secara terbuka menyiapkan imbalan bagi siapa saja yang dapat memberikan informasi akurat terkait keberadaan tiga orang terduga pelaku yang terekam dalam foto.

“Kami membuka sayembara. Siapa pun masyarakat yang mengetahui lokasi atau tempat persembunyian ketiga pelaku, akan kami beri imbalan yang setimpal,” kata Ikrom, kerabat korban kepada wartawan, Minggu (1/2/2026).

Pihak keluarga berharap langkah ini dapat mempercepat pengungkapan kasus sekaligus mendorong aparat penegak hukum agar lebih serius dan transparan dalam menangani laporan pencurian yang meresahkan masyarakat tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait perkembangan penyelidikan kasus pencurian mobil pick up tersebut.(*)

Reporter: Romadhon

Berita Lainnya

Berita Terbaru