Sarolangun, Beritabicara.com – Warga desa Bukit Tigo, Kecamatan Singkut, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi melakukan protes dan meminta aparat penegak hukum (APH) turun ke desa mereka untuk memeriksa proyek pekerjaan jalan Rigit beton yang ada di desa tersebut karena mereka menilai dikerjakan Asal jadi.
Tepatnya proyek pengerjaan jalan Rigit beton menuju SD 119 dusun 2 Desa Bukit Tigo daerah itu. Protes tersebut viral yang diunggah mereka melalui media sosial Facebook.
Adapun dalam video yang beredar, warga menyebut bahwa proyek itu baru saja selesai dikerjakan sekitar bulan September 2025, yang artinya baru saja selesai lebih kurang tiga bulan dari sekarang.
Baca juga:
Tanpa Pelabuhan dan Kawasan Industri Hilir, Ini Proyeksi Ekonomi Jambi 20 Tahun ke Depan
Asap Hasil Pembakaran Ganja Senilai Ratusan Juta Ngepul di Halaman Mapolres Sarolangun
Penyakit Menahun Kabupaten Sarolangun
“Namun permukaan jalan sudah hancur, dan pecah-pecah. Padahal baru selesai bulan September yang lalu,” ujar seorang warga dalam video yang diunggah tersebut.
Adapun nilai kontrak yang tertera dalam papan informasi yaitu Rp127. 161. 944 (Seratus dua puluh tujuh juta Seratus enam puluh satu ribu sembilan ratus empat puluh empat rupiah).
Dengan kontraktor Pelaksananya yaitu CV Sejahtera Perkasa dan Konsultan pengawas atas nama CV Cakra Trihanda Konsultan.
Menanggapi hal itu, kabid Bina Marga (BM) Dinas PUPR Kabupaten Sarolangun, M Aulia, ST mengatakan telah melakukan konfirmasi kepada pihak kontraktor pelaksana dan menurut pihak pelaksanaan akan memperbaiki lagi.
“Sudah saya konfirmasi, kata pihak pelaksana akan di servis lagi,” kata Aulia ketika dikonfirmasi, Minggu (25/1/2026).
“Mereka juga masih masa pemeliharaan, kemaren juga sudah diperiksa BPK,” kata Aulia lagi.
Sementara itu, hingga berita ini dimuat, media ini masih berusaha melakukan konfirmasi kepada pihak pelaksana. Namun belum mendapatkan kontak untuk dihubungi.(*)
Reporter: Warsun Arbain
Editor: Admin
