Muratara, Beritabicara.com – Sebuah insiden robohnya pagar beton terjadi di Sekolah Dasar (SD) yang berada di wilayah Muara Tiku, Sabtu (2/8/2025). Kejadian ini berlangsung pada malam hari setelah kawasan sekolah diguyur hujan deras.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Robohnya pagar terjadi saat tidak ada aktivitas belajar dan lingkungan sekolah dalam keadaan kosong.
Baca juga:
Tak Gentar! DPRD dan Pemuda Muratara Kawal Suban IV Sampai Titik Darah Penghabisan!
Warga Delapan Desa di Muratara Lakukan Aksi Damai, Desak PT DMIL Selesaikan Konflik Lahan Plasma
Guru Madrasah di Muratara Kecewa Akibat Ulah Pihak Kemenag
Viral!!! Wartawan Muratara Dapat Ancaman di Medsos, Rekan Seprofesi Minta Proses Hukum Tegas
Namun, kondisi pagar yang ambruk itu menyisakan tanda tanya besar. Dari hasil pengamatan awal, pondasi bangunan pagar diduga tidak memenuhi standar konstruksi sebagaimana mestinya.
Hal inilah yang diduga kuat menjadi penyebab robohnya pagar saat tersiram hujan deras.
Warga dan wali murid menyampaikan keprihatinan dan rasa was-was atas insiden tersebut. Mereka menyoroti potensi bahaya besar jika kejadian itu terjadi pada siang hari, saat anak-anak sedang bermain atau belajar di sekolah.
“Bayangkan kalau kejadiannya siang hari, bisa saja anak-anak tertimpa reruntuhan pagar. Siapa yang akan bertanggung jawab? Dan kepada siapa kami sebagai orang tua harus mengadu?,” kata salah satu wali murid yang tak ingin disebutkan namanya, Minggu (3/8/2025).
Warga mendesak pihak terkait, termasuk dinas pendidikan (Disdik) dan pelaksana proyek pembangunan pagar, untuk segera turun tangan. Mereka meminta agar insiden ini ditindaklanjuti dengan penyelidikan menyeluruh, serta dilakukan pembangunan ulang dengan konstruksi yang benar dan aman bagi anak-anak.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun instansi terkait.(*)
Reporter: Rian Guma

