Ratusan Warga Gelar Unjuk Rasa di Kantor BPN Muratara, Dugaan Pungli dan Mafia Tanah Meledak

Muratara, Beritabicara.com – Pertanyaan besar kini muncul di tengah masyarakat Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara): Ada Apa Murataraku? Di saat masyarakat berharap pelayanan publik semakin baik, justru berbagai persoalan pertanahan mencuat ke permukaan hingga memicu aksi demonstrasi besar-besaran di Kantor ATR/BPN Muratara.

Puncaknya pada Selasa (2/6/2026), sekitar 400 orang massa yang terdiri dari LSM Peci Merah, Forum Plasma 2.937Ha, dan masyarakat dari sejumlah desa turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Aksi tersebut dipicu oleh berbagai persoalan yang selama ini dikeluhkan warga, mulai dari dugaan pungutan liar (pungli), sengketa sertifikat tanah, dugaan maladministrasi, hingga persoalan lahan eks HGU 2.937 hektare yang tak kunjung menemukan titik terang.

Baca juga: 

Bupati Muratara H Devi Suhartoni Serukan Gotong Royong dan Persatuan Bangsa di Peringatan Hari Lahir Pancasila

LSM Peci Merah Akan Demo ATR/BPN Muratara, Soroti Dugaan Pungli Sertifikat Tanah

Bupati Muratara H Devi Suhartoni Pimpin Rapat Evaluasi Harga TBS, Fokus Jaga Kesejahteraan Petani Sawit

Massa menilai masih banyak pertanyaan yang belum terjawab terkait pengelolaan dan penerbitan sertifikat tanah di Muratara.

Beberapa warga mengaku telah mengurus berbagai persyaratan administrasi, bahkan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, namun hingga kini persoalan sertifikat mereka belum terselesaikan.

Tidak hanya itu, dugaan praktik mafia tanah dan ketidakjelasan status sejumlah Sertifikat Hak Milik (SHM) juga menjadi sorotan dalam aksi tersebut.

Warga meminta adanya keterbukaan informasi serta langkah konkret dari instansi terkait agar persoalan yang sudah berlangsung bertahun-tahun itu dapat segera diselesaikan.

Forum Plasma 2.937Ha secara khusus mendesak agar seluruh persoalan lahan eks HGU diselesaikan secara transparan dan sesuai aturan yang berlaku.

Mereka berharap pemerintah daerah, ATR/BPN, dan pihak terkait dapat duduk bersama mencari solusi yang berpihak kepada masyarakat.

Aksi yang berlangsung damai tersebut menjadi gambaran bahwa persoalan agraria masih menjadi salah satu isu penting di Kabupaten Muratara. Masyarakat berharap suara yang mereka sampaikan dapat didengar dan ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.

Kini publik menunggu jawaban atas satu pertanyaan yang terus bergema di tengah masyarakat: Ada Apa Murataraku?.(*)

Reporter: Romadhon

Berita Lainnya

Berita Terbaru